kuliah inteligensi - Psikologi Pendidikan USU
Hai haiiii,,,,,
Saya Irene Dorothy, kali
ini saya akan membahas topik tentang inteligensi dari mata kuliah pisikologi
pendidikan semester 2 T.A. 2016/2017 universitas sumatera utara
Apa itu inteligensi?
Pandanan awam:
Menggambarkan kecerdasan, kepintaran ataupun kemampuan untuk memecahkan problem
yang dihadapi.
Ciri pelaku-pelaku
inteligednsi tinggi: kemampuan untuk memahami dan mmenyelesaikan problem mental
dengan cepat, ke mampuan mengingat, kreatifitas
tinggi dan imaginasi yang berkembang.
Inteligen rendah: Perilaku
lamban, tidak cepat mengerti, kurang mampu menyelesaikan problem mental yang
sederhana.
Inteligensi menurut
beberapa ahli:
Terman : Kemampuan
seseorang uantuk berfikir secara abstrak
Thorndike: Kedmampuan
dalam memberiakan respon yang baik dari pandangan akebenaran atau fakta.
Wechles: Inteligensi
sebagai totalitas kemampuan seseorang untuk bertindak dengan tujuan tertentu,
berfikir secara rasional dan menghadapi lingkungan dengan efektif.
Flynn: Kemampuan
berfikir secara abstrak dan kesiapan untuk belajar dari pengalaman.
Kontroversi
dan Isu Dalam Inteligensi
1. Sifat dan asuhan.
Isu
sifat-asuhan (nature-nurture) adalah
debat tentang apazkah perkembangan sesorang terutama dipengaruhi oleh sifat
alamiah ataukah oleh pengasuhan. Pendukung ‘’sifat’’ mengatakan bahwsa pengaruh
terpenting pada perkembangan anak adalah warisan biologis. Pendukung “asuhan” mengatakan bahwa pengalaman lingkunganlah
yang paling penting pengaruhnya.
2. Apakah Orang Punya Inteligednsi
Umum?
Para
pakar inateligensi umumnya sepakat bahwa inteligensi umum mencakup penalaran
atau pemikiran absrtrak, kapasitas untuk menyerap pengetahuan, dan kemampuan
memecahkan masalah. Beberapa pakar yang mendukung aarti penting dari inteligensi
pumum percaya bahwa individu juga amempunyai kemampua na intelektual spesifik (Brody,
2000).
3. Etnis dan Kultur.
Perbandingan
etnis di AS skor rata-rata anak dari keluarga Afrika-Ameriaka dan Latin berada
di bawah anamk dari keluaraga kulit
puatih non Latin berdasarkan test inteligensi standard. Apakah perbedaan ini di
dasari faktor warisan genetika atau lingvkungan? Jawaban umumnya adalah
lingkungan (Brooks-Gun, Klebanov, & Duncan, 1996)
4. Bias kultural dan tes yang fair
secara kultural:
Banyak
test inteligensi awal mengandung bias kultural, lebih memiahak pada anak-anak
perkotaan keteimbang pedesaan, anak dari keluarga kelas menedngah ketimbang
keluarga miskin, lebih memihak kulit putih ketimbang anak minoritas (Miller-Jones,
1989)
5. Test yang fair secara kultural
Adalah
test yang diusahakan bebas dari bias kultural. Ada dua jenis test culture fair.
-
Berdisi item-item yang di yakini
dipahami oleh anak-anal dari semua kelompok etnis dan sosial ekonomi.
-
Tidak menggunakan item verbal
6. Pengelompokan dan penelusuran
kemampuan
-
Pengelompokan kemampuan antar kelas dimana murid
dikelompokkan berdasarkan kemampuazn mereka dalam subject atau pelajaran
tertentu, terlepas dari usia atau tingkat kelasnya.
-
Pengelompokan kemampuan dalam kelas
menempatkan murid dallam dua atau tiga kelompok didalam kelas dengan
berdasarkan pada perbedaan kemampuan murid.
Penggunaan
pengelompokan kemampuan dalam kelas:
1.
Gunakan
alat lain untuk men gukur pengetahuan dan potensi dalam subject tertentu untguk
menempatkan murid dalam kelompok kemampuan. Jadi jangan menggunakan tes IQ
kelompok.
2.
Jangan memberi labedl murid “rendah”, “menengah”,
dan “tinggi”. Jangan membanding-bandingkan kelompok.
3.
Jangazn membentuk lebih dari dua atau
tiga kelomppok kemampuan. Anda tidak azkan mampu memberikan perhartian dan
pelajaran yang memadai bagi kelompok yang teralalu banyak.
4.
Anggaplah penemapatan murid dalam
berbagai kelompopk kemampuan itu sebagai subject untguk di review dan diubah. Pantau
dengan cermat kinerja murid, dfan jika murfid dijalur lambat menunjukkan
kemajuazn hang cukup, pindahkan ke kelompok di atasnaya. Jika murid dijalur
cepat kinerjanya buruk, evaluasi lagi apakah penempatannya itu tepat dan cari
tahu apa-apa yang bisa membantunya untuk meningkatkan kinerjanya.
5.
Pikirkan jalan alternatif untuk
mengelompokkan murid yang lamban.
Demikianlah hal yang
bisa saya sampaikan mengenai intgeligensi, semoga dapat bermazndfaat, dan
nantikan saya di blog saya selanjutnya.
Terimakasih......
Komentar
Posting Komentar