Pendidikan Multikultural - Psikologi Pendidikan



Kembali lagi berasama saya Irene Dorothy dalam topik
“PENDIDIKAN MULTI KULTURAL”.

Pendidikan multi kultural adalah pendidikan yang mengharagai perbedaan dan mewadahi beragam perspektif dari berbagai kelompok kultural. Para pendukungnya percaya bahwa anak anak kulit berwarna harus dibedakan dan pendidikan multi kultural akan bermanfaat bagi semua murid. Tujuan penting dari pendidakan multikultural adalah pemerataan kesempatan bagi semaua murid. Ini termasuk mempersempit celah antara prestasi akademik murid kelompok utama dengan kelompok minoritas (Pang, 2001), Pendidikan multi kultural muncul dari gerakan hak-hak sipil pada 1960-an dan gerakan untuk pemerataan kesetaraan dan keadilan sosial dalam masyarakat untuk wanita serata orang kulit berwarna.

Memberdayakan Murid
Pemberdayaan berarti medmberi orang kemampuan intelektual dan keterampilan memecahkan masalah agar berhasil dan menciptakan dunia yang lebih adil. Pemberdayaan masih menjadi tema penting dalam pendidikan multikultural dewasa ini (Schmidt, 2001). Menurut pandangan in i, sekolah harus memberi mursid kesempatan untuk belajar tentang pengalaman, perjuangan, dan visi dari berbagai kelompok kultural dan etnis yang berbed-beda.

Pengajaran yang Relevan Secvsra Kultural
Pengajaran yang  relevan secarfa kultural adalah aspek penting dari pendidikan multu kultural (Gay, 2000). Pengajaran ini dimaksudkan untuk menjalin hubungan dengan latar belakang kultural dari pelajar (Pang, 2001). Pakar pendidikan multikultural percaya bahwa guru yang baik azkamn mengetahui dan mengintegrasikan pengajaran yang relevan secara kulturan kedalam kurikulum karena akan membuat pengajaran me njadi lebih effektif (Diaz, 2001)

Pendidikan yang berpusat pada Isu
Dalam pendekatan ini, murid diajari secara sistematis untuk mengkaji isu-isu yang berkaitan dengan kesetaraan dan keadilan sosial. Pendidikan ini tak hanya mengklarifikasi nilai, tetapi juga megkaji alternatif an konsekuensi dari pandangan tertentu yang dianut murid.

Meningkatkan Hubungan diantara Aak dari Kelompok Etnis yang Berbeda-beda
Salah satu program untguk meningkatakan hubungaan antar anak dari kelompok etnis yang berbeda-beda adalah kelas Jigsaw. Kelas Jigsaw yaitgu kelas dimana murid dari berbagai latar belakang kultural yang berbeda diminta bekerja sama untguk mengerjakan beberapa dari suatu tugas untuk meraih tujuan yang sama.

Kontak Personal dengan Orang Lain dengan Latar Belakang Kulturazl yang Berbeda
Hubungan meningkat ketika murfid salinng berbicarfa satu sama lain tentang kecedmasan mereka, kesuksesan mereka, kegagalan mereka, strategi mereka untuk mengatasi masalah, minat mereka dan sebagainya.

Pengambilan Perspektfif
Latihan dan aktifitas yang membantu murid melihat perspektif orang laiin dapat meningkatkan relasi antar-etnis. Latihan ini di design untuk membantu murid memahami gegar budaya yang muncul sebagai akibat dari berada di settingkultural dimana orang berperilaku dengan cara yang berbedda dengan yang b iasa di lakukan murid.

Pemikiran Kritis dan Inteligensi Emosional
Kecerdasan emosional berarti punya kesadarn diri tentang emosi, mengelola emosi, membaca emosi, dan menangani hubungan. Pikirkan bagaimana keahlian inteligensi emosional berikut ini bisa membantu murid untuk meningkatkan hubungannnya dengan orang lain yang berbeda: memahami sebab perasaan orang lain, bagus dalam mengelola kemarahannya sendiri, bisa menjadi pendengar yang baik atas apa yang dikatakan orang lain, dan termotifasi untuk berbagi dan bekerja sama dengan orang lain.

Mengurangi Bias
Pendukung kurikulum antai bias ini berargumen bahwa kendati perbedaan itu baik, namun diskriminasi bukan sesuatu yang baik. Kurikulum ini lebih mendorong guru untuk menghadapi isu bias yang mengganggu ketimbang menutup-nutupi bias itu.

Meningkatkan Toleransi
Teknik meningkatkan toleransi menyediakan sumber daya dan materi kepada sekolah untguk meningkatkan pemahaman antar kultur dan hubungan antara anak kulit putih dan anak kulit berwarna (Heller & Hawkins, 1994).

Sekolah dan Komunitas Sebagai Satu Tim
Jamess Comer percaya bahwa tim komunitas merupakan cara terbaik untuk mendidik anak. Ada tiga aspek penting dari Comer project yakni
1.      Pemerintah dan tim managemen yang mengembangkan rencana sekolah yang komprehensif, penilaian strategi, dan program pengembangan staft.
2.      Tim pendukung sekolah dan kesehatan mental
3.      Program orang rua
Program Comer project ini fokus pada pemecahan masalah, tgidak ada keputusan kecuali melalui konsensus. Program Comer belakangan ini dijalankan dilebih dari 600 sekolah di 82 distrik di 26 negara bagian.


Demikian lah pembahasan tentang “Pendidikan Multi kultural”
Terima kasih......!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Implikasi belajar Psikologi pada pendidikan